Wednesday, January 15, 2014

Patah hati (lagi)...?

Kata orang putus cinta itu biasa.

Kata orang semua pernah mengalami dan berhasil melaluinya.

Kata orang yang perlu dilakukan cuma satu, yaitu: MOVE ON!

Tapi...

Kenapa rasanya begitu menyakitkan?

Bagaimana bisa melupakan kalau setiap kali menutup mata yang terbayang wajahnya?

Bagaimana melupakan kalau setiap diam yang terdengar suaranya?

Bagaimana...?

Bagaimana melupakan kalau semua kenangan tentang dia terus-menerus mengalir deras sampai rasanya sudah tidak bisa terbendung lagi?

Rasanya masa depan hanya banyangan gelap. Segelap ruang-ruang hati yang ditinggalkan.

Mengapa harus ada perjumpaan manis, jika berakhir dengan perpisahan yang pahit dan getir?

Buat apa setiap hari, jam, menit, bahkan detik yang dilalui bersama jika pada akhirnya semua harus dilupakan?

Sejujurnya, saya bukan orang yang cukup kuat menghadapi perpisahan, terlebih dengan orang yang paling saya sayang.

Saya tidak terima kalau orang-orang di luar sana menganggap hancurnya hati saya ini adalah hal yang biasa. Karena ini sama sekali tidak biasa.

Saya berusaha tabah dan merasakan tiap lukanya. Bukan karena saya ingin menikmatinya. Saya rasa sudah sepantasnya saya berduka di saat saya kehilangan sesuatu yang amat berharga.

Saya janjikan diri saya hari depan yang lebih baik, walaupun saya ragu untuk menjemputnya. Karena, saya masih ada di masa sekarang. Masa-masa berduka karena kehilangan.

No comments: