"
Tuesday, January 28, 2014
Message For All Women!
I didn't write it. I found this from Female Daily forum, when one lady wrote the link there. I think this is a good message for me and another woman out there. So, i put it in my blog.
Friday, January 24, 2014
Kalau... (Curhatan)
Ada beberapa hal yang perlu gw tulis disini sebelum gw lupa. Karena hal ini penting buat gw di masa mendatang. Tulisan ini buat diri gw yang belum gw temuin sebelumnya.
Ada beberapa hal yang gw harapin akan bisa gw sampaikan ke diri gw sendiri nanti. Yah, nanti...
Dan, i don't have clue "nanti"-nya itu kapan.
Gw pengen banget nanti gw bisa ngomong ke diri gw sendiri:
1. Kalau lu ga putus, lu engga akan move on!
2. Kalau lu ga putus, lu ga akan fokus sama diri lu sendiri dan terus mengecilkan kapasitas diri lu!
3. Kalau lu ga putus, lu ga akan mikirin impian lu dan mengejarnya!
4. Kalau lu ga putus, lu ga akan jadi diri lu yang sekarang!
So, be grateful!
Wednesday, January 15, 2014
Patah hati (lagi)...?
Kata orang putus cinta itu biasa.
Kata orang semua pernah mengalami dan berhasil melaluinya.
Kata orang yang perlu dilakukan cuma satu, yaitu: MOVE ON!
Tapi...
Kenapa rasanya begitu menyakitkan?
Bagaimana bisa melupakan kalau setiap kali menutup mata yang terbayang wajahnya?
Bagaimana melupakan kalau setiap diam yang terdengar suaranya?
Bagaimana...?
Bagaimana melupakan kalau semua kenangan tentang dia terus-menerus mengalir deras sampai rasanya sudah tidak bisa terbendung lagi?
Rasanya masa depan hanya banyangan gelap. Segelap ruang-ruang hati yang ditinggalkan.
Mengapa harus ada perjumpaan manis, jika berakhir dengan perpisahan yang pahit dan getir?
Buat apa setiap hari, jam, menit, bahkan detik yang dilalui bersama jika pada akhirnya semua harus dilupakan?
Sejujurnya, saya bukan orang yang cukup kuat menghadapi perpisahan, terlebih dengan orang yang paling saya sayang.
Saya tidak terima kalau orang-orang di luar sana menganggap hancurnya hati saya ini adalah hal yang biasa. Karena ini sama sekali tidak biasa.
Saya berusaha tabah dan merasakan tiap lukanya. Bukan karena saya ingin menikmatinya. Saya rasa sudah sepantasnya saya berduka di saat saya kehilangan sesuatu yang amat berharga.
Saya janjikan diri saya hari depan yang lebih baik, walaupun saya ragu untuk menjemputnya. Karena, saya masih ada di masa sekarang. Masa-masa berduka karena kehilangan.
Kata orang semua pernah mengalami dan berhasil melaluinya.
Kata orang yang perlu dilakukan cuma satu, yaitu: MOVE ON!
Tapi...
Kenapa rasanya begitu menyakitkan?
Bagaimana bisa melupakan kalau setiap kali menutup mata yang terbayang wajahnya?
Bagaimana melupakan kalau setiap diam yang terdengar suaranya?
Bagaimana...?
Bagaimana melupakan kalau semua kenangan tentang dia terus-menerus mengalir deras sampai rasanya sudah tidak bisa terbendung lagi?
Rasanya masa depan hanya banyangan gelap. Segelap ruang-ruang hati yang ditinggalkan.
Mengapa harus ada perjumpaan manis, jika berakhir dengan perpisahan yang pahit dan getir?
Buat apa setiap hari, jam, menit, bahkan detik yang dilalui bersama jika pada akhirnya semua harus dilupakan?
Sejujurnya, saya bukan orang yang cukup kuat menghadapi perpisahan, terlebih dengan orang yang paling saya sayang.
Saya tidak terima kalau orang-orang di luar sana menganggap hancurnya hati saya ini adalah hal yang biasa. Karena ini sama sekali tidak biasa.
Saya berusaha tabah dan merasakan tiap lukanya. Bukan karena saya ingin menikmatinya. Saya rasa sudah sepantasnya saya berduka di saat saya kehilangan sesuatu yang amat berharga.
Saya janjikan diri saya hari depan yang lebih baik, walaupun saya ragu untuk menjemputnya. Karena, saya masih ada di masa sekarang. Masa-masa berduka karena kehilangan.
Friday, January 3, 2014
Words
Menarik adalah ketika suatu perkataan bisa berdampak besar terhadap hidup seseorang.
Ga percaya?
Coba deh kita berpikir sejenak, kira-kira kenapa sih orang-orang pada rela mengantri, menyiapkan waktu, dan mengeluarkan uang untuk seminar motivasi?
Kenapa di jejaring sosial macam twitter, path, facebook, tumblr, dkk sangat mudah kita temukan orang-orang mengepost kalimat-kalimat bijak hingga curhatan ampas?
Dan, segala kata-kata yang kita dengar dan baca berdampak besar terhadap hidup kita?
Pagi ini, saya terbangun dengan perasaan yang kalut. Rasanya hati ini disayat-sayat. Hal ini disebabkan karena saya mengingat perkataan yang saya terima beberapa saat lalu.
Kata-kata yang setiap pasangan kekasih tidak ingin dengar. Apapun itu. Bayangkan dengan imajinasi-mu.
Kembali ke pembicaraan kita. Yah, kata-kata itu bagai pisau yang menikam berulang-ulang.
Lantas, saya pun mulai berpikir "Mengapa saya harus membawa beban perkataan itu dalam kehidupan saya?" dan "Mengapa perkataan-perkataan itu dapat membuat hidup saya tidak bahagia?".
Karena sebagian orang mengucapkan perkataan tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Dan, sebagian orang lagi secara khilaf menyebutkan perkatannya.
Mengapa kita, sang pendengar, membiarkan perkataan itu hidup dan menggerogoti tubuh kita dari dalam?
Apa hak kata-kata itu?
Pada akhirnya, saya menemukan pencerahan bahwa sesungguhnya ada hal yang lebih penting dari perkataan-perkataan yang kita dengar. Hal itu adalah diri kita sendiri. Kita filternya. Kita bisa membiarkan perkataan itu masuk dan hidup di dalam diri kita. Seperti membiarkan kata-kata bijak nan memberi semangat mendorong kita untuk maju. Sama halnya seperti kita membiarkan perkataan negatif menghancurkan diri kita dari dalam secara perlahan.
Komentar, perkataan, tanggapan, cacian, dan apapun bentuk perkataan itu tidak akan pernah berenti dalam hidup kita. Itu bisa kita terima dari setiap orang di sekitar kita. Hal yang terpenting adalah latih dirimu untuk menerima apapun yang baik untuk jiwa dan membuang apapun yang tidak baik untuknya.
Apakah saya sudah menguasainya? Sepertinya belum. Tapi saya akan berusaha untuk mengejarnya. Karena saya merasa saya berhak memberikan asupan kata-kata baik untuk jiwa dan raga saya.
Ga percaya?
Coba deh kita berpikir sejenak, kira-kira kenapa sih orang-orang pada rela mengantri, menyiapkan waktu, dan mengeluarkan uang untuk seminar motivasi?
Kenapa di jejaring sosial macam twitter, path, facebook, tumblr, dkk sangat mudah kita temukan orang-orang mengepost kalimat-kalimat bijak hingga curhatan ampas?
Dan, segala kata-kata yang kita dengar dan baca berdampak besar terhadap hidup kita?
Pagi ini, saya terbangun dengan perasaan yang kalut. Rasanya hati ini disayat-sayat. Hal ini disebabkan karena saya mengingat perkataan yang saya terima beberapa saat lalu.
Kata-kata yang setiap pasangan kekasih tidak ingin dengar. Apapun itu. Bayangkan dengan imajinasi-mu.
Kembali ke pembicaraan kita. Yah, kata-kata itu bagai pisau yang menikam berulang-ulang.
Lantas, saya pun mulai berpikir "Mengapa saya harus membawa beban perkataan itu dalam kehidupan saya?" dan "Mengapa perkataan-perkataan itu dapat membuat hidup saya tidak bahagia?".
Karena sebagian orang mengucapkan perkataan tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Dan, sebagian orang lagi secara khilaf menyebutkan perkatannya.
Mengapa kita, sang pendengar, membiarkan perkataan itu hidup dan menggerogoti tubuh kita dari dalam?
Apa hak kata-kata itu?
Pada akhirnya, saya menemukan pencerahan bahwa sesungguhnya ada hal yang lebih penting dari perkataan-perkataan yang kita dengar. Hal itu adalah diri kita sendiri. Kita filternya. Kita bisa membiarkan perkataan itu masuk dan hidup di dalam diri kita. Seperti membiarkan kata-kata bijak nan memberi semangat mendorong kita untuk maju. Sama halnya seperti kita membiarkan perkataan negatif menghancurkan diri kita dari dalam secara perlahan.
Komentar, perkataan, tanggapan, cacian, dan apapun bentuk perkataan itu tidak akan pernah berenti dalam hidup kita. Itu bisa kita terima dari setiap orang di sekitar kita. Hal yang terpenting adalah latih dirimu untuk menerima apapun yang baik untuk jiwa dan membuang apapun yang tidak baik untuknya.
Apakah saya sudah menguasainya? Sepertinya belum. Tapi saya akan berusaha untuk mengejarnya. Karena saya merasa saya berhak memberikan asupan kata-kata baik untuk jiwa dan raga saya.
Subscribe to:
Comments (Atom)