Wednesday, July 3, 2013

Mencari Sesuatu yang Hilang

Tabularasa mengatakan bahwa manusia dilahirkan bagai kertas putih, polos, tanpa setitik noda. Namun, ilmu pengetahuan memberi pandangan berbeda mengenai manusia. Manusia yang terlahirkan dengan untaian rantai DNA. Separuh ibu, separuh ayah, dan sepenuhnya titipan Illahi.
Manusia membawa karunia dalam setiap titik tubuhnya. Itu disebut talenta.
Talenta diam di dalam tubuh manusia menunggu untuk digunakan. Sebagian orang tidak menyadari talentanya dan membiarkannya senantiasa dorman. Sebagian lagi dapat melihatnya dengan jelas, mengembangkannya, hingga merekah dengan sempurna.
Ada kalanya talenta itu diredam, dikekang, atau tidak disalurkan. Entah dengan alasan apapun, tapi ketika hal itu terjadi maka manusia tidak akan lengkap. Rasanya seperti ada sesuatu yang hilang. Dan, itu yang sedang saya rasakan. Saya ingin berdiri di panggung. Saya ingin menari, menyanyi, memasuki peran-peran. Saya ingin melukis di kertas, saya ingin melukis di wajah. Saya ingin talenta ini tersalurkan. Namun, saya tidak tahu dapat disalurkan kemana.
Saya ingin merasa hidup. Saya ingin merasa lengkap. Saya ingin melihat saya bertalenta. Saya ingin mencari sesuatu yang hilang.

No comments: