Thursday, December 13, 2012

Roda


Sesuatu yang buruk yang tidak pernah diharapkan bisa muncul kapan saja dan dari mana saja. Hidup bagai roda yang terus berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Siapa yang memutar? Tuhan? Atau manusia? Atau takdir? Tidak ada yang pernah tau. Yang pasti saat kau berada di atas, belum pasti kau tidak akan jatuh ke bawah.  Terkadang ketika kau di bawah, sang roda tidak membawa mu ke atas, tapi menekan mu memasuki lubang di tengah perjalanan.
Setiap manusia punya rodanya masing-masing. Aku rasa ada beberapa yang memiliki roda dengan diameter besar, sedang, dan kecil. Bagi yang besar mungkin ia punya luas roda yang lebih besar, sehingga waktu ia di atas akan lebih panjang. Terkadang, dengan kekuatan mu, kau dapat mengaturnya untuk berputar lebih lambat atau bahkan menghentikan perputarannya. Entah berkah apa yang dimiliki si empu roda berdiameter besar itu. Mungkin ia menimpa roda-roda berukuran kecil itu untuk memperlambat rotasi roda mereka. Berbagai macam upaya dilakukan agar sang roda tidak berputar ke bawah dan membawa empunya terperosok jatuh.
Bagaimana dengan empunya roda sedang, bahkan yang kecil? Apa mereka seakan tidak punya pilihan dan hanya ikut berotasi hingga kesadaran makin memudar? Bisa dibilang dunia ini tidak adil. Siapa yang kuat, ia yang bertahan hidup. Siapa yang tidak menindas, akan tertindas. Kesimpulannya apa aku harus menjadi roda yang menabrak, menikam, atau memperalat roda lain sehingga aku lebih lambat berputar? Atau kucuri saja bagian-bagian roda orang hingga kuperbesar diameter roda ku? Andai semudah itu cara memperbaiki hidup, mungkin sekarang aku sudah berdiri dengan lebih tegak dengan penuh kebanggan. Nyatanya, aku terbawa arus hidup yang tidak adil, hingga membuatku terperosok dan porak-poranda.

No comments: