Friday, September 16, 2011

Nyanyian dalam Tangis

Terkadang manusia tidak bisa mengerti apa yang terjadi pada dirinya.
Terkadang manusia tidak dapat mengartikan isi pikirannya.
Terkadang manusia tak bisa melawan perasaannya.
Begitu pula saya.
Tiga hari yang lalu saya terbangun dalam keadaan yang kalut. Hati ini rasanya sedang dilumat-lumat.
Tidak hanya itu, nafas saya menjadi pendek, dada menjadi sesak, dan tangan gemetar.
Air mata mengalir terus-menerus.
Yah, saya menangis. Menangis tanpa tahu mengapa saya menangis.
Saya rapuh. Saya sakit hati.

Saya berusaha untuk melanjutkan hari dan menjalankan segala aktivitasnya. Namun, hari itu pun tidak berlangsung baik.
Saya harus berjuang ke kampus demi kesia-siaan. Saya hanya bisa lunglai menerima keadaan.
Di perjalanan pulang saya kembali menangis. Saya tak peduli lagi bahwa saya berada dikerumunan orang.
Rasanya ada lubang hitam di dada dan menyedot seisi tubuh saya.
Saya sedih. Saya terluka.

Demi apapun juga, saya tidak pernah mengharapkan hal itu.
Saya tidak mengada-ngada untuk dapat di posisi seperti itu.
Namun, ia tidak mau tau. Ia tidak peduli.
Akhirnya, saya terperosok sendirian dengan hati berdarah-darah.
Hanya satu kesimpulan yang dapat saya tangkap, "Sesayang-sayangnya seseorang kepada mu, tapi di dunia yang kejam ini, ia tidak akan mau menemani mu dalam kepedihan."
Miris dan ironis, tetapi itu yang saya alami.
Saya sendiri. Saya merana.

Monday, March 14, 2011

Mengilhami Arti Kata "Spesial"

Spesial, kata yang mungkin terdengar biasa, tapi punya makna yang luar biasa. Dikatakan terdengar biasa karena kata spesial ini merupakan kata yang familiar dan bagian dari perbendaharaan standart dari sebuah percakapan. Namun, di saat bersamaan kata spesial punya makna yang tidak biasa, spesial berarti lebih dari biasa.
Bermula dari perumpaan khotbah di hari Minggu kemarin, saya mengintrepetasikan dan mengaitkan dengan hubungan saya dengan si pacar. Pacar saya itu kuliah di pinggiran kota. Bukan jadi pilihan ketika dia nge-kos di daerah sekitar kampusnya. Alhasil, saya baru bisa bertemu dengannya saat weekend. Hari Jumat-Sabtu-Minggu merupakan hari kami melepas rindu. Terkadang hanya Sabtu dan Minggu.
Tidak bohong, ada kalanya saya iri dengan pasangan yang bisa bertemu setiap hari. Di kepala ini muncul pemikiran pasti enak banget bisa menghabiskan waktu terus-terusan bersamanya. Saya tidak perlu lagi menahan rindu yang kadang sungguh menyiksa. Arghh, rasanya menyenangkan sekali kalau hari-hari bisa ada di dekatnya.
Semua pemikiran ini langsung roboh ketika saya mendapat pemaknaan baru tentang kata "spesial". Diandaikan saja setiap hari kami bertemu, menghabiskan waktu bersama dengan situasi romantis, jalan-jalan berdua penuh keceriaan, kami bergandengan tangan, dan bisa memeluk dengan erat. Kegiatan ini spesial menurut saya, spesial sekali. Namun, coba diandaikan lagi kalau kegiatan ini rutin dilakukan tiap hari atau pun banyak hari di satu bulan. Se-spesial apapun kegiatan itu akan kehilangan makna spesial cepat atau lambat.
Lain hal-nya apabila, kejadian itu ada sesekali sehingga tetap dirindukan dan dinanti. Hal ini akan menjadi salah satu hal menyenangkan yang bisa saya lakukan dalam waktu hidup saya. Hal itu disebut spesial. Spesial bukan ditunjukan untuk kejadian yang rutin, ia ada untuk kejadian yang sedikit berulang tapi punya makna yang luar biasa.
Aku bisa duduk tenang sekarang, menanti datangnya akhir minggu untuk bertemu dengan hal-hal spesial dengan orang paling spesial. :)

Sunday, January 2, 2011

Beneran Loh Tuhan, Saya Panik

Hai there! Waktu bagai roda yang berpacu cepat, sampai akhirnya meninggalkan tahun 2010 dan memasuki 2011.
Cepat, tanpa sadar inilah tahun dimana kepengurusan MAPLE gw akan segera usai.
Yahh, akhir sebuah kepengurusan berarti awal bagi kepengurusan yang baru. Para calon sudah resmi menjadi pengurus. Para pengurus yang siap diberi training awal sebelum terjun langsung ke dunia pekerjaan di MAPLE.
This is it! Waktu gw beraksi membuat sebuah training untuk mereka.
Jujur, ga bohong, gw mulai panik..
Gw takut banget ga bisa bikin training yang baik dan bermanfaat buat mereka. Waktu juga udah ga bisa diajak kompromi. Dari sekarang waktunya kurang dari 2 bulan.
Gw cuma bisa kepikiran untuk meminta jadwal anak-anak tim dan ngajak rapat. Gw pengen banget ngajak mereka serius mulai saat ini. Bukan berarti kemaren engga, tapi ini udah mendesak. Jadi harus bekerja lebih efektif dan efisien.
Ketakutan gw ditambah karena gw harus tetep fokus sama 3 matakuliah yang gw ambil pas SP. Terlebih lagi salah satu dari matakuliah akan dipadatkan menjadi 1 bulan saja.
Hmm, saya sanggup ga yah??
Pertanyaan ini mengejar, menerkam, dan membuat gw gentar dari hari-hari kemarin. Sampai hari ini mendengar khotbah di gereja dengan tema "Nothing is Impossible".
Belajar dari khotbah memang Tuhan tidak membiarkan kita untuk bermalas-malasan dalam kenikmatan hidup, tapi membuat kita belajar sekalipun dengan cara yang kurang nyaman.
Gw percaya banget kalau awal tahun 2011 ini gw sedang ditempa lagi sama Tuhan. Serius memang gw yakin ga mudah, tapi bermodal kepercayaan dan tekad ingin berhasil, gw jamin Tuhan mau buka jalan.
Semoga gw bisa terus melangkah, walau masih merasa sedikit panik sekarang ini.
Ooh, iyah.. Gw juga panik dengan liburan dan makan banyak ini. Pasti badan udah melar :(
Niatnya kembali olahraga dan jaga makan, berharap bisa menyusut kembali. Maklum tahun 2012 ada 2 orang kakak yang akan menikah dan tentu pengen tampil maksimal nantinya. Hehehe..