Friday, September 27, 2013

Depression

"Hai, Hidup.. Apa kabar? Aku harap keadaan-mu baik-baik saja. Sedang sibuk apa kau sekarang? Sudah lama kita tidak bertemu," kata Waktu sambil terengah-engah.

"Hai,Waktu. Aku..yah begini lah aku.." jawab hidup lemas.

"Sepertinya kau sedang sedih. Maaf, jika kita tidak punya waktu untuk bersama. Namun, aku sungguh sibuk. Aku harus terus berjalan, bahkan berlari. Semakin hari, aku semakin cepat dan hanya ingin bertambah cepat. Tapi, sesungguhnya aku sedikit merindukanmu."

"Jika kau sungguh merindukan aku, perlambat sedikit lajumu, wahai sahabat lama-ku.. Aku sungguh ingin berjalan berdampingan dengan mu," balas Hidup.

"Jika aku punya kekuatan, aku akan menghentikan laju-ku untuk menemani mu, Hidup. Sayangnya, hal tersebut tidak dapat kulakukan. Apa jadinya jika aku berhenti? Mungkin Uang, Teknologi, Media, dan teman-teman kita lainnya akan marah. Mereka membutuhkan aku untuk terus maju. Maaf, sobat..." jawab Waktu sambil berusaha membuat hidup memahami keadaannya.

"Ya, Waktu. Aku mengerti. Kau penting. Kau dibutuhkan untuk terus melangkah, berjalan, bahkan berlari. Sudahlah jangan hiraukan kicauan-ku... Mungkin aku yang terlalu meminta banyak daripada mu. Mungkin aku terlalu egois dan mementingkan diriku sendiri.. Sudah, pergi sana.. Aku tidak mau menahan mu.."

"Benar tidak masalah? Baiklah.. Aku tinggal dulu, hidup.. Sampai jumpa.." Waktu pun berlari dengan cepatnya meninggalkan Hidup yang berjalan lemas seperti menanggung beban berat di kedua pundaknya. Hidup berjalan dengan lunglai. Langkahnya sudah tidak terkendali lagi.

Hidup lalu tersungkur. Ia sudah tidak kuat menahan bebannya lagi. Waktu yang berlalu terlalu cepat hanya membuat ia semakin merasa kesepian. Hidup penuh kekosongan. Hidup memasukan tangan ke dalam kantong jubahnya. Ia mengeluarkan sebuah botol kecil dengan cairan biru di dalamnya. Ia sesaat menatap ke botol tersebut. Tangisnya tidak bisa dibendung. Hidup menangis. Ia menangis tersedu-sedu. Tangannya gemetar berusaha membuka botol tersebut. Hidup lalu meminum habis semuanya. Mata hidup menjadi berat dan berat. Hidup semakin kehilangan kesadaran. Tidak lama setelah itu, Hidup tertidur. Namun, Hidup tidur dan tidak akan terbangun lagi.

Seketika Hidup berhenti, Waktu pun berhenti.

Andai mereka bisa berdampingan lebih baik lagi...