Spesial, kata yang mungkin terdengar biasa, tapi punya makna yang luar biasa. Dikatakan terdengar biasa karena kata spesial ini merupakan kata yang familiar dan bagian dari perbendaharaan standart dari sebuah percakapan. Namun, di saat bersamaan kata spesial punya makna yang tidak biasa, spesial berarti lebih dari biasa.
Bermula dari perumpaan khotbah di hari Minggu kemarin, saya mengintrepetasikan dan mengaitkan dengan hubungan saya dengan si pacar. Pacar saya itu kuliah di pinggiran kota. Bukan jadi pilihan ketika dia nge-kos di daerah sekitar kampusnya. Alhasil, saya baru bisa bertemu dengannya saat weekend. Hari Jumat-Sabtu-Minggu merupakan hari kami melepas rindu. Terkadang hanya Sabtu dan Minggu.
Tidak bohong, ada kalanya saya iri dengan pasangan yang bisa bertemu setiap hari. Di kepala ini muncul pemikiran pasti enak banget bisa menghabiskan waktu terus-terusan bersamanya. Saya tidak perlu lagi menahan rindu yang kadang sungguh menyiksa. Arghh, rasanya menyenangkan sekali kalau hari-hari bisa ada di dekatnya.
Semua pemikiran ini langsung roboh ketika saya mendapat pemaknaan baru tentang kata "spesial". Diandaikan saja setiap hari kami bertemu, menghabiskan waktu bersama dengan situasi romantis, jalan-jalan berdua penuh keceriaan, kami bergandengan tangan, dan bisa memeluk dengan erat. Kegiatan ini spesial menurut saya, spesial sekali. Namun, coba diandaikan lagi kalau kegiatan ini rutin dilakukan tiap hari atau pun banyak hari di satu bulan. Se-spesial apapun kegiatan itu akan kehilangan makna spesial cepat atau lambat.
Lain hal-nya apabila, kejadian itu ada sesekali sehingga tetap dirindukan dan dinanti. Hal ini akan menjadi salah satu hal menyenangkan yang bisa saya lakukan dalam waktu hidup saya. Hal itu disebut spesial. Spesial bukan ditunjukan untuk kejadian yang rutin, ia ada untuk kejadian yang sedikit berulang tapi punya makna yang luar biasa.
Aku bisa duduk tenang sekarang, menanti datangnya akhir minggu untuk bertemu dengan hal-hal spesial dengan orang paling spesial. :)